Pages

Tampilkan postingan dengan label Write about them. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Write about them. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Bang Tara Trekking in Rinjani


Assalammu'alaikum :)
Wah, sudah lama saya gak ngepost lagi di blog ini. Maklum ya, sekarang saya sudah menjabat sebagai siswa kelas 2 Sekolah Menengah Atas dan kesibukannya itu super duper padet! Gak kayak pas SMP dulu yang punya banyak free time -_- Di SMA ulangannya hampir tiap hari, dan pekerjaan rumah yang dikasi sama guru-gurunya berjubel terus. Hhh --
Kali ini saya gak akan memposting tentang kesibukan saya sebagai seorang anak SMA, tapi kali ini saya akan memposting foto-foto liburan adik saya bulan kemarin, mau tau liburannya kemana?
Ke tempat ini !
Waah, siapa tuh keren benged! 
Sayangnya "sang kakak" (baca: saya) gak bisa ikut liburan karena waktu liburannya tinggal satu hari -- mana bisa ngedaki gunung dalam waktu satu hari.
Nah, gunung Rinjani itu adanya di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pulau dengan keindahan alamnya yang masih alami. Gunung Rinjani tingginya 3.72 m dpl dan mempunyai kaldera yang cukup luas berupa sebuah danau yang disebut Segara Anak (segara: danau, laut) yang dihuni oleh beribu atau bahkan berjuta ikan mas dan ikan mujair. Para pendaki biasanya memancing di Segara Anak untuk mendapatkan bekal makanan untuk perjalanan pulang. Biasanya mereka menempuh perjalanan pergi-pulang sekitar 5 atau 6 hari.
Yaudah deh, cekidot aje -.-

Nah, ini dia modelnya (yang rada kurang cakep). Hihii

Waah, keren bang keren :D

Kenalin, yang pake topi si Jagad, yang pake syal si Tara bewok :D

Bang Tara ngeliatin apaan? Pasti terkesima liat pemandangannya :D

Ini dia pasukan pendaki gunung rinjani dari "RIMBA KAMBOJA" :D

Ayah dan anak, ketjee (y)

Ini lintasan pendakiannya bro :D

Ikannya banyak amat bang Tara :D


Pasukannya ngeksis dulu -_-


Waa, awas bang ntar iler.nya kejepret juga XD Haha

Ini penampakan bang Tara, katanya kecapean :D
Nah, segitu dulu ya foto-fotonya.
Thanks for reading :)
See ya.......

Kamis, 08 November 2012

Mungkin

Dan kau datang kembali membawa cerita indah masa lalu itu. Di musim yang sama dan tempat yang sama.
Akankah kamu dan aku akan melebur menjadi kita lagi?
Entahlah..
Lupakan saja.

Kamis, 25 Oktober 2012

Kamu Selalu Saja Berhasil

Kamu, satu kata yang sangat indah.
Bahkan terkadang melampaui makna indah itu sendiri.
Disaat kamu bermetamorfosis menjadi sosok yang amat menyebalkan, kamu selalu saja berhasil membuatku menyunggingkan seutas senyum.
Aku pun tak selalu menyadari bahwa kamu yang selalu menyeka sudut mataku yang menggantungkan sisa-sisa kekecewaan atas hidup ini.
Di sampingmu, aku tak takut lagi untuk bermimpi.
Merangkai mozaik cerita indah yang suatu saat akan kuwujudkan.
Kamu bilang, aku tak perlu menjadi sempurna atau pun menjadi orang lain.
Cukup menjadi diriku sendiri dan semua akan indah pada waktunya.
Dan kamu sangat berbakat membuatku merubah semua pendapatku tentang dunia ini.
Kamu selalu saja berhasil !


Ayhalicious

Minggu, 14 Oktober 2012

Kamu

    Pertemuan pertama kita terekam jelas di otakku. Aku sering memainkan adegan itu dalam gerak lambat. Mengingat, mereka, dan merasakan setiap helai gerakanmu. Ingatkah kamu, waktu itu aku hampir celaka? Kamu ada di sana. Aku ada di sana. Terluka.
    Kini, aku hanya ingin menghentikan waktu, dan mempigurakan senyummu yang selalu mampu membuatku tenang. Walau dalam badai, meski dalam tangis, dan senja merah yang manis.
    Mungkin kita adalah dua sisi koin yang ditakdirkan berpasangan. Mungkin di saat seperti ini, kita baru paham seperti apa bentuk rindu yang menelusup pelan. Kala diam. Kala hening. Kala malam.
    Jika rasa ini memang nyata, maka ajari aku, tetap melaju tapi tak terjebak waktu. Tetap berpusar tanpa harus terlempar. Tetap mengalir tanpa harus berpikir
    Kamu. Ketika rumus fisika majal, matematika menemui ajal, kimia tak lagi berguna, dan biologi hanya kata tanpa arti. Kamu, ketika cinta menjelma menjadi satu definisi. Pasti.



Sabtu, 13 Oktober 2012

Dan Dia Tak Akan Pernah Mengerti

   Ketika hati terluka, kadang butuh lebih dari sekedar membalikkan halaman untuk memulai lembaran baru. Terkadang, kita harus menutup buku ! Dan aku telah melakukannya hari ini. Menyudahi kisah-kisah tak berguna dan tak seharusnya ada. Tak perlu lagi membuka lembaran baru yang pasti nantinya akan terisi penuh oleh coretan-coretan tak berguna. Semua itu akan terus menambah keterpurukanku.
   Melupakan? Mungkin melupakan adalah hal yang tepat. Tapi untuk melupakan semua cerita itu tak semudah membalikkan telapak tangan ! Dia pun tau itu. Dan bagaimana aku bisa melupakannya, sementara dia diciptakan memang tidak untuk dilupakan.
   Menjelaskan? Mungkin menjelaskan semuanya adalah jalan terbaik. Namun, lebih baik diam daripada menjelaskan perasaanku karena dia hanya bisa mendengar tanpa bisa mengerti !
   Dan pergi menjauh adalah jalan terakhir. Selamat berbahagia dengan yang kau pilih, dan aku akan beranjak pergi, menangis, melihatmu dari kejauhan.
Ayhalicious

Minggu, 29 April 2012

Dear Diary

Sulit untuk merangkai kata ketika berhadapan dengannya. Dia membuatku seolah terhipnotis. Membuatku bengong, berlagak seperti orang bodoh, salah tingkah. Padahal hanya untuk sekadar berkata hai, selamat pagi, hari yang cerah . Bahkan untuk membentuk suatu lengkung senyuman manis pun tak bisa :(
Ada apa ini? Dulu tak seperti ini. Dulu aku biasa berbicara dengannya, bersenda gurau, bernyanyi, berdiskusi. Namun sekarang berbeda, aku malu bertatap mata dengannya. Benar-benar malu !Seperti lirik lagu Project Pop "Dia jauh aku cemas tapi hati rindu, dia dekat aku senang tapi salah tingkah". Repotnya jatuh cinta :D
Ayhalicious

Kamis, 05 April 2012

Pernah (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

Aku mengerahkan rasa yang kupunya pada ujung jemari. Membuatnya menari bersama hujan yang menyapa Bumi.
Kamu membenci hujan. Becek, lembab, basah dan membuatmu merana. Namun kita sama-sama mencintai pelangi setelah hujan reda.
Hujan, tak selalu menghantarkan rindu. Terkadang dia mengirimkan tetesan yang memukul dinding masa lalu. 
Aku pernah bertanya: bisakah hujan melarutkan rasa gundah? Sayang, hujan terlalu malas untuk berbalas sapa.
Aku pernah mencintai hujan yang membantuku menyamarkan air mata. Aku membenci kepalsuan tapi harus tersenyum walau duka meraja.
Bagiku, romantis bukan ketika menatap hujan yang merintik dalam gerak lambat. Tapi merekam setiap senyum yang pernah kamu buat.
Aku pernah merasakan hangatmu memeluk sela jemari. Memandang keluar jendela, menghitung sisa tetes hujan tadi. 
Kamu, jarang merangkai aksara indah. Tapi kamu selalu berhasil mengusir airmata dan menghadirkan tawa. 
Namun, semua yang kini aku genggam hanyalah satu kata: pernah. Bisa kah kamu kembali menjadi kamu? Akankah kamu dan aku melebur menjadi kita? 
…….. karena aku tak pernah suka pada kata pernah. 
………………………………………………………tak pernah. 


Karenina Nina